Hai Haii!!!! Gue balik lagi dengan keadaan yang lesuh nan capek, karena habis pulang dari Kaderisasi (sejenis LDK). Kangen gak? Kangen gak? Pasti kangen. Oiya, sebelum gue mulai, sorry ya gue gak nulis blog lagi, karena blog gue entah kenapa bisa jadi shortcut ke website lain (kayaknya sih itu iklan). Awalnya, gue pikir itu ke shortcut karena gue ganti template menjadi template yang lebih kece (ga ada hubnya sih). Yaitu templete bernuansa Paris. Kece badai waktu itu. Eh bencana tak berhenti menyerang, lagi asik-asiknya melihat-lihat template itu, tiba-tiba saja langsung ke website yang lain, dan akhirnya gue tau kalau pacar gue ini udah gak bisa dibaca lagi. Pas gue tahu itu, langsung gue pusing. Rasanya kalau kehilangan pacar itu frustasi (iya, pacar gue itu blog. I'm born to be a writer).
Kalau lo ga pernah ngerasain sakitnya kehilangan belahan jiwa itu atau kata lain kalo lo itu jones, rasa kehilangan belahan jiwa (baca: blog) serasa kayak lo ga punya tangan (oke, ini terlalu parabol). Gue butuh waktu 2 jam untuk rela meninggalkan blog yang sudah gue ukir selama 3 tahun lebih. Gue juga dulu pernah pikir blog ini merupakan blog terakhir yang gue buat. Karena dulu pernah buat blog ketika kelas 3, namun sudah tidak di tulis lagi. Jadi udah deh, lupa password. Lalu, ketika kangen ingin membuat blog, gue buat lagi dan lagi. Jadi, gue begitu terpukul ketika tahu ini ada ads (iklan) yang menghalangi cinta gue ini bersama dia (baca: blog; gue anak -salam jomblo-, pacar gue hanya blog). Tapi sekarang gue jadi kecewa banget, blogspot sekarang sudah penuh dengan iklan, padahal gue gak pernah tuh nyediain tempat buat iklan. Kan serem kalau tiba-tiba iklannya 'memperbesar alat vital'. Tapi untunglah, ads ads ngeselin yang ada itu cuma game-game biasa dan ga jelas.
Walau gue kecewa dengan blogspot, gue cukup bangga karena akhirnya beberapa anak muda Indonesia mulai nge-blog. Karena setau gue dulu itu, yang namanya blogging itu sudah kuno atau sudah jarang dipakai oleh mereka kaum-kaum alay yang tak bisa berbahasa Indonesia. Setau gue juga mereka semua udah migrasi ke facebook, twitter, instagram, dll. Yang biasa status hariannya itu "hUjj@n @s0R3Har!" atau gak "p1pPPPuuuuPPPPP" atau palingan anak alay yang lagi jatuh cinta, namun pura-pura lagi suka lagunya saja, kayak contoh: "d3MMM1 C!nT@- krisPATIH". Ternyata pandangan itu salah. Anak kelas 7 SMP sekolah gue mulai banyak yang tertarik untuk membuat blog. (YOI INSPIRASI MEREKA DARISIAPA DULU DUNKZ, #geer, #inigaAlay) Yehey. Namun buruknya, blog jadi sudah mainstream di sekolah gue. Anak kelas 7 semakin hari semakin banyak buat blog, dan meskipun gue bukan anak 7-4 yang slogan mereka 'anti Mainstream', tapi gue termasuk diantara mereka yang ga mainstream.
Jadi, contohnya yang gak mainstream itu: kalau mereka nulis diary dengan kata awalan "DEAR DIARY", gue buat dan nulis di blog; lalu kalau mereka buat blog, gue buat buku atau novel karya gue sendiri HAHAHHAHA. Siapa tahu, entar malah anak-anak kelas 7 lainnya juga ikutin buat novel dan mereka semua menjadi penulis. Haha.. ingat kata K!ck Maria: "Bercita-citalah setinggi langit-langit kamar. Dimana, kalian masih bisa meraih cita-cita itu." hestek ea.
Aku sih seneng #AkusihCuek# kalau semakin banyak anak yang terlahir dengan bakat penulis, dan dilahirkan untuk menulis. Modah-modahan saja gak kayak gue yang sudah berniat buat novel tapi ga jadi-jadi karena gue belum selesai membuat draft. Pernah buat. Terakhir kali tanggal 30 Des 2013. Dan hanya tertulis 4 lembar. Alasan gue gak lanjut nulis hanya karena: Gue sibuk dengan organisasi. Mana juga gue kepilih buat jadi ketua koordinator koor anak-anak lingkungan St. lukas. Apabanget -___-
Senin, 24 Februari 2014
Rabu, 29 Januari 2014
True Facts
Gila, udah lama gue gak buka blog atau memantaunya, tiba-tiba aja semua pada tau blog gue. Gue liat statistik pemirsa (pembaca) blog gue, ternyata jumlahnya ga jauh beda. Lebih banyak pemirsa ketika SD Hohoho. Kalau ketika SMP, yang baca hanya guru dan kakak kelas. Ketika SD yang baca sampai ke orangtua murid. HAHA Stress ya. Mungkin karena ketika SD gue nulisnya lebih frontal dari pada SMP. Selain itu, gue juga gak bisa nulis seleluasa seperti pas SD. Karena ketika SD ga ada peraturan yang melarang siswa menggunakan media sosial untuk mengitimidasi sekolah, guru, teman maupun orangtua murid. Sedangkan di SMP ada peraturan begono. Itu peraturan tersadis untuk penulis menurut gue. Di SD gue bisa mengitimidasi satu kelas. Di SMP? Mati aja. Tapi sih, gak ada yang marah dan keberatan karena itu. Malah pada ketawa semua. Dan saat itu mulailah blog gue dikenal oleh semua teman dan orangtua murid. Mereka (temen SD) juga bilang "Mar, u jago banget nulisnya" . Gue gak setuju/kurang setuju dengan pernyataan tersebut. Mengapa? Alasannya akan gue ulas di entri ini bersama dengan pernyataan-pernyataan salah lainnya:
Pernyataan salah pertama:
Gue juga gak bisa buat cerpen (cerita pendek). Kalau gue nulis cerpen, bukan cerpen lagi. Tapi Cerpan (cerita Panjang) #EmangAdaYah? HAHA
Pernyataan kedua:
Maria itu pintar
Nay. Saya tidak pintar kawanz. Kalau pintar gue itu gak sekolah. Dan gue udah bisa kayak Einstein. Gue juga tidak bisa memakai otak gue secara maximal. Bahkan, kalau otak kiri dan kanan gue diasah sekaligus (misal: main piano) , gue bisa pusing ringan. Gue dengerin ceramah tentang perkembangan pendidikan atau diajarin pelajaran yang ribet banget gue juga bisa pusing. Karena gue paling gak suka itu hanya menggunakan telinga untuk mendapat informasi. Kalau cuma telinga, gue gak kuat alias mabok. Makanya, nilai Listening English lebih jelek (sangat jelek bahkan) daripada speaking English. Kadang kalau guru ngejelasin gue gak serius. Karena guru di sekolah gue itu bermacam-macam. Dan kalau guru yang ngejelasin...
yang Bacotnya banyak banget, gue pasti duduknya merosot kebawah. Itu tandanya gue bosen
yang Nulisnya banyak banget, gue pasti maju kedepan, duduk dilantai. Itu tandanya gue gak keliatan
yang Ngejelasinnya sambil nulis, gue pasti dengerin dengan seksama. Karena gue mampu konsentrasi kalau menggunakan indera mata dan telinga sekaligus. Gue lebih nangkep. Begitu
Kalau menjelaskan berdasarkan buku dan kita tinggal stabilo, nah ini pasti gue meratiin banget. Ini cara belajar di sekolah SD gue dulu. Dan gue udah pw sama cara belajar yang ini.
Selain itu, untuk membuktikan gue itu gak jenius, gue itu bolot. Hanya saja banyak yang gak nyadar. Gue juga baru afal perkalian keseluruhannya ketika kelas 6. Yups, gue sulit afal tanggal/tahun/apapun itu yang merupakan angka.
Pernyataan ketiga:
Maria itu pinter di pelajaran Bahasa Indonesia
Ini fakta yang sangat amat salah. Nilai ulangan harian B.I gue gak bagus. Bahkan kadang remed. Lagipula bagi gue itu teori-teori bahasa Indonesia itu gak penting. Gue lebih suka belajar bahasa Indonesia itu dari pengalaman atau membaca novel/majalah Bobo. Palingan cuma beberapa teori saja yang gue suka. Jurnalistik aja gue sering dapet nilai jelek. HAHA...
Pernyataan keempat:
Blog Maria epic (keren)
Kata kakak kelas sih begitu. Tapi itu juga sesuatu hal yang salah. Ini blog gue sederhana banget. Bagusan itu blog gue yang dulu ketika SD. Dulu, ada widget jam analog berbentuk bulat dan berwarna pink. Di jam analog ini juga terdapat gambar Spongebob. Kece banget deh.. Selain itu juga terdapat blog viewer. Dan widget yang paling kece itu adalah widget hamster. Jadi pembaca blog gue kalau udah bosen baca cerita-cerita gajelas, lu bisa bermain dengan hamster super unyu ini. Lu bisa kasih makanan dan bisa lu ajak main. Selain itu, ada juga widget radio 98,7 gen FM. Jadi sambil membaca, sambil denger radio.
Dulu juga ketika liburan kelas 6, gue sempat iseng-iseng ganti templete (tampilan) menjadi Winnie The Pooh. Hahaha.. Kece badai blognya waktu itu. Sayangnya letak tulisannya jadi ancur. Dan ketika gue ingin membenarkan itu, gue asal klik, jadinya malah semua widget gue hilang. Font dulu yg kece (alay sih lebih tepatnya) jadi biasa aja. Dan ini permanen (begini terus aja bentuk blog gue).
Sayang banget ya gaiz :<
Pernyataan salah pertama:
Maria itu jago banget nulis
Ini gossip yang salah. Gue gak jago nulis. Lu mesti lihat entri gue ketika bulan Juni 2012. Lu ga bakal ngerti. Gue sendiri juga gak ngerti maksudnya apa. Ketika gue kecil (pas TK) gue pernah buat cerita. Dan saat gue baca pada umur yang sudah lebih mengerti tentang bahasa, gue ketawa membacanya. Kalau tidak salah, isinya begini:Mama dan Papa dan Koko dan Saya pergi jalan-jalan. Terus kita beli mainan. Papa dan Mama gak bolehin beli mainan. Koko dan Saya nangis.
-Tamat-Emang. Gue gak bakat nulis sama sekali. Lalu, gue baca lagi diary gue pas kelas 1. Sayangnya, diary itu ilang. Tapi gue inget salah satunya tulisannya begini:
Hari ini mama ke Vienna. Aku , koko dan papa ditinggal. Aku sedih. Trus pas pagi-pagi mama dan papa bangunin aku buat anter mama ke bandara. Aku bangun trus sampai sana aku dada in mama trus aku pulang trus aku tidur lagi. -Tamat-Dengan tanda baca aneh atau WEIRD itu tetap saja pas kecil gue suka nulis. Memang sejak kecil gue suka baca (keturunan bokap) dan suka nulis. Bahkan saat gue belum bisa nulis alfabet dengan baik, gue menceritakan kegiatan gue dalam bentuk gambar. Yoi. Kayak zaman sejarah gitu. Kece yega. Kalau kalian pengen liat tulisan aib gue, bisa dilihat entri 2012 atau gak di facebook. Dulu sebelum gue nulis blog, gue nulis di facebook. Aneh banget kan? Tapi gue gak ada niat buat ngehapusnya. Biarlah itu menjadi kenangan indah (?)
Gue juga gak bisa buat cerpen (cerita pendek). Kalau gue nulis cerpen, bukan cerpen lagi. Tapi Cerpan (cerita Panjang) #EmangAdaYah? HAHA
Pernyataan kedua:
Maria itu pintar
Nay. Saya tidak pintar kawanz. Kalau pintar gue itu gak sekolah. Dan gue udah bisa kayak Einstein. Gue juga tidak bisa memakai otak gue secara maximal. Bahkan, kalau otak kiri dan kanan gue diasah sekaligus (misal: main piano) , gue bisa pusing ringan. Gue dengerin ceramah tentang perkembangan pendidikan atau diajarin pelajaran yang ribet banget gue juga bisa pusing. Karena gue paling gak suka itu hanya menggunakan telinga untuk mendapat informasi. Kalau cuma telinga, gue gak kuat alias mabok. Makanya, nilai Listening English lebih jelek (sangat jelek bahkan) daripada speaking English. Kadang kalau guru ngejelasin gue gak serius. Karena guru di sekolah gue itu bermacam-macam. Dan kalau guru yang ngejelasin...
yang Bacotnya banyak banget, gue pasti duduknya merosot kebawah. Itu tandanya gue bosen
yang Nulisnya banyak banget, gue pasti maju kedepan, duduk dilantai. Itu tandanya gue gak keliatan
yang Ngejelasinnya sambil nulis, gue pasti dengerin dengan seksama. Karena gue mampu konsentrasi kalau menggunakan indera mata dan telinga sekaligus. Gue lebih nangkep. Begitu
Kalau menjelaskan berdasarkan buku dan kita tinggal stabilo, nah ini pasti gue meratiin banget. Ini cara belajar di sekolah SD gue dulu. Dan gue udah pw sama cara belajar yang ini.
Selain itu, untuk membuktikan gue itu gak jenius, gue itu bolot. Hanya saja banyak yang gak nyadar. Gue juga baru afal perkalian keseluruhannya ketika kelas 6. Yups, gue sulit afal tanggal/tahun/apapun itu yang merupakan angka.
Pernyataan ketiga:
Maria itu pinter di pelajaran Bahasa Indonesia
Ini fakta yang sangat amat salah. Nilai ulangan harian B.I gue gak bagus. Bahkan kadang remed. Lagipula bagi gue itu teori-teori bahasa Indonesia itu gak penting. Gue lebih suka belajar bahasa Indonesia itu dari pengalaman atau membaca novel/majalah Bobo. Palingan cuma beberapa teori saja yang gue suka. Jurnalistik aja gue sering dapet nilai jelek. HAHA...
Pernyataan keempat:
Blog Maria epic (keren)
Kata kakak kelas sih begitu. Tapi itu juga sesuatu hal yang salah. Ini blog gue sederhana banget. Bagusan itu blog gue yang dulu ketika SD. Dulu, ada widget jam analog berbentuk bulat dan berwarna pink. Di jam analog ini juga terdapat gambar Spongebob. Kece banget deh.. Selain itu juga terdapat blog viewer. Dan widget yang paling kece itu adalah widget hamster. Jadi pembaca blog gue kalau udah bosen baca cerita-cerita gajelas, lu bisa bermain dengan hamster super unyu ini. Lu bisa kasih makanan dan bisa lu ajak main. Selain itu, ada juga widget radio 98,7 gen FM. Jadi sambil membaca, sambil denger radio.
Dulu juga ketika liburan kelas 6, gue sempat iseng-iseng ganti templete (tampilan) menjadi Winnie The Pooh. Hahaha.. Kece badai blognya waktu itu. Sayangnya letak tulisannya jadi ancur. Dan ketika gue ingin membenarkan itu, gue asal klik, jadinya malah semua widget gue hilang. Font dulu yg kece (alay sih lebih tepatnya) jadi biasa aja. Dan ini permanen (begini terus aja bentuk blog gue).
Sayang banget ya gaiz :<
Sabtu, 11 Januari 2014
Puberty Doing It Right
Banyak temen main gue ketika TK atau SD, sudah besar dan kadang gue butuh waktu 2 menit atau lebih untuk menyadari bahwa itu dia, temen TK atau SD gue. (iya, gue emang bolot) Dia yg sudah bertumbuh besar layaknya orang normal lainnya.
Pernah waktu itu, gue pulang dari Gereja. Biasalah anak sehat getoh, selalu jalan kaki dari Gereja menuju rumah. Saat itu gue jalan bersama nyokap dan koko gue. Kebetulan juga, hari itu Minggu siang. Waktu dimana orang-orang pergi jalan-jalan keluar rumah.
Eh, ketemu Mul (nama orang. Fyi: anaknya supir gue. Terakhir kali sang supir ini berkerja, saat gue kelas 3. Berarti, saat anaknya kelas 4. Berarti skrg kelas 8. KALAU dia naik kelas terus). Koko gue sadar itu Mul. Tapi, gue butuh beberapa menit untuk menyadari itu.
Bayangin aja, dulu ketika main-- kelas 4, dia lebih pendek dari gue. Skrg, dia tinggi banget.
Gue mengakui, gue itu bolot atau telmi (telat mikir). Tapi, separah-parahnya kebolotan gue, masih parahan ini:
Ketika tanggal 2-4 Januari, gue mengikuti retret Misdinar --yg membantu pastor saat misa--. Banyak yang tidak gue kenal di retret itu karena banyak sekali anak misdinar yang baru dilantik. Tapi pasti gue ber-gahaoel dengan siapa aja #asik.
Saat dibagi kelompok, gue mendapat kelompok 4. Yang beranggota Alvin, Agnes, Keiko, Gue, dan Vico. Gue kenal Agnes dan Keiko. Tapi gue gak kenal Alvin dan Vico. Gue fikir mereka anak baru. Dan pertama kali gue liat Vico-- kelas 8, gue inget Vico temen main koko gue dulu. Muka Vico temen lama koko gue, dengan Vico yang ini, memiliki kemiripan. Tapi gue tidak ada fikiran kalau itu Vico, temen lama koko gue yang sudah besar (bolot kan?) Ya sudah. Gue ga fikir apa-apa tentang Vico. Dan selama retret itu gue ngobrol sama Vico, selalu menganggap bahwa dia orang yg baru gue kenal atau orang yg baru gue liat. Gak ada fikiran dia itu Vico temen lama koko gue yang sudah remaja atau sudah mengalami pubertas--terlihat ada sedikit kumis dan suara memberat--
Dan ketika misdinar yang ikut retret berkumpul lagi, bersama orangtuanya, gue liat orangtua yang anaknya merupakan teman main koko gue ketika kecil, ya, itu orangtuanya VICO. Orangtua kan mukanya gitu-gitu aja. Jadi pasti gue masih mengenalnya. Tapi gue fikir, sepertinya selama retret, gue gak liat anaknya. 2 menit berlalu, 3 menit berlalu.. Gue baru nyadar orang yang ikut retret yang memiliki nama VICO ITU CUMA SATU. DIA, YANG SATU KELOMPOK SAMA GUE! Maigat bolot bgt gue.
Gila kan, selama 3 hari itu gue gak menyadari atau kefikiran itu Vico, teman main koko gue yang dulu. Pantesan aja mirip.
Yesh, I'm so Bolot.
Senin, 30 Desember 2013
Liburan~
Hai kalian yang lagi liburan.. Yang ke Bali, ke Jogja, ke Semarang, ke hati mantan, dll. Udah beli oleh-oleh belum? Yang ke Bali beli hiasan khas pantai bali (jangan gantungan kunci ye); yang ke Jogja, beli batik tulis di Jl. Malioboro; Yang ke Semarang, beli lumpia atau apalah yang ada di Semarang; yang liburan ke hati mantan, oleh-olehnya apa ya? Hmm.. Surat putus ke pacar kali HAHA..~
Penanya: Liburan emg kmna?
LIBURAN KEMANA?? LIBURAN KEMANA? Ke hatimu aja boleh? #plak #Modus HAHA.. Gak gak. Liburan kali ini ga kemana-mana, cuma di rumah doang. Cuman, jadwal ngumpul semua di Januari. Tanggal 1, acara keluarga. Tanggal 2-4, pembekalan anak-anak Misdinar. Tanggal 4 (pulang pembekalan yo man) - 5, acara lingkungan.
Tapi juga sebelum malam natal, jadwal gue juga cukup padat. Saat itu, gue sudah kayak artis. Gue di sms-in terus-terusan sama koordinator tim untuk mengikuti latihan misdinar malam natal(akhirnya ada yg perhatian juga yega...fyi: Koordinatornya cewe. EGPlah setidaknya masih ada orang yang menaruh perhatian pada gue hiks *anak galo* ) Sering gue bolak-balik, dari rumah ke gereja, rumah ke gereja. Udah itu-itu saja liburannya. Seru sih.. Bisa ngumpul hehehe...
Terutama saat menjual bingkisan natal pada malam natal itu adalah momen paling seru. Kenapa? Gue tugas pada jam 6 malam, namun sudah harus stand by jam 5 sore. Kemudian setelah tugas, gue jual bingkisan natal. Lalu, temen gue ngajak gue untuk menjual bingkisan natal lagi setelah misa kedua malam natal (mulai: jam 9 malam selesai: setengah 10). Gue setuju. Alhasil, gue pulang jam setengah dua belas. Abis, gue fikir daripada sampai rumah, sepi, dan kemudian hanya tidur saja, yega?
Penanya: Lo ngejual begituan gimana?
Trik 1:
Biarlah mereka yang muda terasa tua karena dipanggil om tante, dan kakek nenek merasa muda karena juga dipanggil om tante.
"OM TANTE BELI BINGKISAN NATALNYA!!!" suara gue menggelegar di halaman gereja.
Namun, KAMPRETOS belum ada yang beli..
Oke
Trik 2:
Namun, tak mungkin mereka membeli untuk dia sendiri yang sudah tua-tua. Jadi setelah gue dan temen gue mikir, pasti buat anaknya/cucunya maka...
"YANG SAYANG ANAK, YANG SAYANG ANAK SILAHKAN BELII!!!"
ATAU
"(sepeti kata pepatah) TAK BELI MAKA TAK SAYANG!!!"amin ada juga satu, dua, tiga yang beli.. Tapi ini sisanya masih banyak, okey lanjut ke trik selanjutnya!!
Trik 3:
Setelah kita liat dan kita amati, tidak sedikit muda-mudi yang lewat maka:
"KAKAK, YANG SAYANG PACAR YANG SAYANG PACAR!!!!" teriak gue sekaligus menyindir temen gue yang baru saja jadian dan juga menyindir temen gue yang baru juga putus (JOMBLO MENINGKAT AHAY! JEBRET!)
"Sorry, gue ga punya pacar" jawab sang pemilik status jones ini
"ow.." "YANG SAYANG MANTAN YANG SAYANG MANTAN" jawab gue kepadanya.
Anddd masih saja sedikit yang mau beli..
Kemudian trik terakhir gue:
FYI: Harga bingkisan natal ini Rp. 85.000,-
"Frater beli dong frater.." bujuk gue kepada frater yang lagi dateng ke stand P2A (singkatan putra-putri altar/misdinar)
"Ini murah loh frat.. Tadinya Rp 100.000,- cuman sudah didiscount menjadi Rp. 85.000,- khusus buat frater" gue bujuk terus sampai dia mengeluarkan dompet dari jubah putihnya
"Kamu pinter ya jualannya tinggal nambahin dikit trus di discount-in" jawab frater yang memang sudah tahu harga aslinya
Kemudian setelah lama membujuk, iapun mengeluarkan dompet dari kantong doraemon. Yey~
Setelah natal dan setelah ke rumah Nenek, gue cuma di rumah main hape tiap hari. Dan tepat saat gue nganggur (fyi: liburan, nganggur 24 jam) temen alias tetangga alias temen koor alias temen gereja, suka mengajak chat.
dan ini sepenggal chat gue sama dia:
Iko: *kirim lagu*
Gue: Itu lagu apaan?
Iko: YG-The Real 1
Gue: YG siapa?
Iko: Nama band
Gue: Oooo...
Iko: Oo...
Gue: O..
Iko: Q..
Gue: B) (baca: emot sok pake kacamata) stay cool
Iko: Ok stay ugly @.@
Gue: *nerd* (baca emot nerd) STAY NERD, STAY AWESOME
Iko: :s (baca: emot hijau kayak mau muntah tapi lebih tepatnya kayak buto ijo) stay sick
Gue: :s (baca: emot hijau kayak mau muntah tapi lebih tepatnya kayak buto ijo) Stay sick, be the king in the house
DLL. Haha pokoknya freak banget deh.
Dan gue kerjanya gitu-gitu aja. Kira-kira beginilah siklus liburan gue yang gue kasih judul:
"Hari Nganggur Nasional"
Bangun-makan-main hape-mandi-main hape-makan-tidur
(mandi bisa jam 12 men! Meskipun bangun jem 5 pagi sekalipun *iyalah di tempat tidur mulu*)
Kalau udh tidur, balik lagi ke awal, yaitu bangun. Terus makan dst. Gitu-gitu aja. Sampai akhirnya gue baru inget satu... Apa itu?b JENG JENG JENG
Dulu sebelum liburan gue sudah memiliki gagasan super ini..
'BELAJAR MENULIS DENGAN TANGAN KIRI'
Yow bro.. Kenapa gue tiba-tiba mempunyai gagasan ga jelas, ga penting, kamseupay, OH MY GOD, OH MY GOOD, OH MY OH MY, fix itu aneh banget (denger-denger, kalimat yg lagi gahaoel itu, itukan? oh my, fix, dll) itu? Karena coba lo bayangin, ketika lo menulis pertama kali dengan tangan kanan, pasti ga jauh beda jeleknya dengan tulisan lo yang sekarang dengan tangan kiri. Berarti kalau gue latih terus tangan kiri gue buat nulis, pasti bisa dong gue menulis dengan tangan kiri. Jadi suatu saat gue bisa menulis dengan tangan kanan dan kiri. Yaga? Karena gue juga ngerasa kalau tangan kiri gue itu susah bekerja/kaku. Contoh: Gue ga bisa nge-dribble bola basket dengan tangan kiri(dan kanan)(Gue emang ga bisa main basket sih HAHAHAHAHAHA). Gue kalau main piano, tangan kanan lancar, namun, banyak sekali salah di tangan kiri alias kaku. Dan kalau gue main drum, tangan kiri gue ga bisa menggunakan traditional grip (memegang stick drum dengan cara orang zaman doloe dan traditional grip ini biasa di tangan kiri. Bukan kanan) Tapi, tangan kanan gue bisa.
Jadi gue pikir, kalau tangan kanan gue bisa nulis bagus, kenapa tangan kiri gue gak bisa? Siapa tau itu sangat berguna, contoh: Tangan kanan gue pensiun tidak mau kerja atau mogok kerja, setidaknya gue masih ada tangan kiri yang dapat dipakai untuk menulis.
Dan setelah gue ingat gagasan yang jelas, ga penting, kamseupay, OH MY GOD, OH MY GOOD, OH MY OH MY, fix itu aneh banget, guepun melatih itu. Malam itu juga. Namun permasalahan kedua, gue lupa cara menggunakan buku bergaris (gue latihan di buku bergaris empat). Dan kemudian gue baru inget cara menggunakan buku garis empat setelah gue menulis beberapa huruf.
![]() |
| Ini penampakan dari sepenggal latihan tulis-menulis. Guru: tangan kanan ; Murid: tangan kiri |
Jumat, 25 Oktober 2013
Ga alay atau ga dewasa (Karena merdeka atau mati sudah terlalu mainstream) #Repost17.08.13
17 Agustus tahun 45! Yo mas bro merdeka!! Walau besok kita merdeka dari penjajahan, tapi lomba malah diadakan pas hari Kamisnya. Seru.. Seru!!! Yah, walau, kelas Combro (kelas 7-2) ini kalah. Ga ada yang juara satu, tapi gak-papa-lah. Yang penting sudah berusaha.. Ganbatte Combro!
Pagi pukul setengah tujuh, gue injakan kaki di sekolah. Cowo-cowo anak kelas 8 malah main bola. Bukannya menyimpan energi. Hadoeh. Rata-rata dari mereka pakai baju warna merah. Biasanya cowo yang pakai baju merah, pakai baju MU, Arsenal atau Barca. Kalau biru, Chelsea. Kalu putih, Madrid. Kerenlah, mereka mewakili football clubnya masing-masing. Dari situ, gue udah mentafsirkan kalau kebanyakan dari mereka penyuka Barca. Banyak euy. Ya kalo Madridtas, ga dikit ga banyak lah.
Sesampai di kelas yang terletak di lantai 3, gue sama teman gue ke bawah. Ya, cuma pengen jalan-jalan aja sih. Eh ketemu Pak Sejarah (Guru sejarah, nama disamarkan). Facebooknya Pak Sejarah udh aku stalk. Jadi, paling tidak aku sudah tau sifat-sifatnya. Gue menyapanya. Lalu ga tau kenapa gue ngomong gini:
"Pak, bapak waktu kecil lucu banget"
"Hah, apa?" jawabnya dengan muka seperti belum nyambung gitu.
" Itu pak, foto bapak pas masih kecil. Pas masih bayi. Lucu banget. Imut gitu. Hahaha" jawab gue sembari ketawa GaJe
"Haha tau dari mana?" tanyanya kembali
"Facebook hehehe" jawab gue sambil kembali melanjutkan perjalanan jalan-jalan-muter-muter ini.
Eh, gak lama, guru alay kita dateng. Panggil aja pak PI. Pak PI sih ngakunya gak alay. Tapi pas aku nge-stalk FB nya. Alay banget foto-fotonya. Ada yang foto kayak chibi chibi, ehhhh... ga ga bukan, pokoknya foto alay aja. Kemarennya juga, aku sempet on di jejaring sosial yang kasih kesempatan berciap-ciapnya pelit baget. Aku mention ke pak PI dengan gaje. Kayak: "FOLBEK EA BAPAK @Blablabla " nah gitulah. Walau cuma 3 doang, tapi bales-balesan sama temennya yang banyak. Nah maka, jadilah dialog ini:
"Pagi pak" kataku dengan tersenyum yang ingin menyampaikan keramahan pagi
"Eh Maria" katanya dengan logat biasanya. Iya, walau dari kampung, logat kampungnya ga ada sama sekali.
"Hehe" cengengesan GaJe gue keluar seketika.
"Itu kemaren kamu mention banyak banget. Menuhin notif" katanya sambil tertawa
"Hah bapak baca?" tentu gue kaget. Abis katanya twitternya itu dipegang saudaranya. Katanya sih
"Ih banyak gitu ya baca lah" kata pak PI sambil menuju ke kantor guru
"dikit pak itu cuma 3" kata gue nyamperin.
"ya tapi bales-balesannya banyak"
"hehe iya sih"
Walau pak PI 'katanya ga alay itu'. Pak PI malah pernah ngomong gini, "tunggu pas Kuliah. Pasti zamannya foto pakai kacamata atau foto bareng kambing jadi nge-tren" (Jujur, pak PI ini sindir seorang guru yang umurnya ga jauh beda darinya). Gue jadi mikir, berarti ga Alay masih belum ke Dewasa. Ya, harusnya pertumbuhan seorang manusia begini: Bayi-Balita-anak-anak-Alay-Remaja- Dewasa. Jadi, kesimpulan hari ini adlah, Ga ALAY ATAU GA DEWASA
Si Rohani (Repost Bulan Lalu)
Hai hai, balik lagi dengan guee (biasanya aku kamu, cuman demi pembaca *ciaa) tiba-tiba udh SMP wekwekwek. Kangen ya? Pastinya gak. Karena hampir sebulan ini ga ada yang baca (saya tau loh siapa aja yang baca). Menyedihkan. Tragis memang. Blog udah berdebu. Baru aja cleaning service bersihin ni blog.
Ok.. Di sekolah baru ini semua berawal dengan kelucuan dan tentu keanehan. Setiap hari ga mungkin ga ada sesuatu yang lucu. Apalagi di Pel. Pak Adit, guru bahasa Indonesia. Inti dari segala inti, kata pak adit, nanti kalau istirahat, ketemu pak adit, Pak Adit akan memberi tau siapa orang yang suka sama temen gue di kelas 7-2. Katanya sih, anak kelas 8. Tapi katanya Pak Adit juga ada 2 orang yang suka sama temen gue ini. Katanya juga dalam waktu kurang dari 2 bulan, semua anak kelas 7-2 bakal tau siapa orang yang 2 hari terakhir dijadi bahan pembicaraan. Ya wes, kerena gue, Cindy, Vina, Gigiz pada kepo, kita makan tepat depan ruang guru sambil menunggu Pak Adit keluar. Kreeekkkk suara pintu ruang guru kebuka... Ada cowo pendek mirip Pak Adit keluar, kita awalnya udah seneng akhirnya Pak Adit keluar, yang artinya kita bakal tau 2 orang tsb. Eh.. Ternyata.. itu pak Miko. Guru sejarah yang banyak anak murid bilang mirip Pak Adit. ._. Pupuslah hal penasaran tsb. Setelah Pak Miko lewat, ehhh si Gigiz ngomong gini
"Itu tuh.. yang pak adit maksudin" kata Gigiz gede-gede. Emang, nekad tu anak. Padahal jarak nya kita sama yang kita omongin ini ga jauh. Dia mungkin bisa denger.
"Hah iya?" tanya Cindy.
"Iya, si Rohani (nama selalu kita samarkan, apalagi kayak gini, ngomong gede-gede)" jawabnya lagi
"Itu tuhhhhh" kata Vina sambil nunjuk nunjuk.
GILA. Udah deket, di tunjuk tunjukin lagi. Mampus udh. BTW FYI dia itu OSIS. Gue kenal sih sama Si Rohani ini. Karena dia juga misdinar bona sama kayak gue gini dan dia OSIS. Ehhh.,,, si Vina overload nunjuknya sampe si Rohani ngeliat.
Si Rohani liat mulu.. Mungkin di pikirannya ada 2:
1. "Ni adik kelas gossipin apa coba sampe nunjuk ke gue" (ini kalo dia normal)
2. "Hah masa ada adik kelas yang suka sama gue? Aneh." (ini kalo dia kegeeran tingkat dewa)
Padahal di pirkiran kita cuma 1:
"Siapa sih orang yang Pak Adit maksud ini?"
Kita ampe ga nyadar diperatiin mulu ama Si Rohani gara-gara Vina nekad itu. KRIIINGGG tanda 3 menit lagi istirahat selesai. Semua pada ngibrit ke kelas. Sambil jalan si Rohani meratiin mulu. Yang lain? Ga nyadar saking asyiknya ngobrol.
Abis istirahat, kita ada pelajaran OR. Waktu udah waktu bebas, kita nanya langsung sama temen kita itu. Dia udah tau kakak kelas yang mana yang suka sama dia.
"Eh, itu orang yang suka sama kamu itu si Rohani ya?" tanya gue
"Najis gue sama dia" jawab dia singkat.
"trus siapa dong?" kata gue penuh dengan ke-kepo-an
Ga lama banyak datengin dia nanya hal serupa. Mereka semua berfikiran sama, si Rohani. Tapi kata dia bukan si Rohani. Lama-lama malah pada gossipin Si Rohani. Karena gue gak suka kalau nanti dikenal sebagai tukang gossip, mending gue keluar dalam lingkaran setan gossip tsb. Pasti skrg kalian mikir "Ga suka gossip? Massa? Tadi pas istirahat bukan gossip?" ... jawabannya " ITU BUKAN GOSSIP BAPAK IBU. Gossip adalah sesuatu hal yang omongin orang. Sedangkan tadi gue dan teman-teman berdebat memastikan itu orangnya, iya apa tidak. Bingung? Ya sudahlah".."tapi kalo blog kayak gini gossip yak?" Au Ahh
Sampe di kelaspun, masih aja omongin si Rohani. Gue pusing denger Rohani, Rohani, Rohani mulu pembicaraanya. Mampus mampus deh kalo gue kasih tau kalau cewe-cewe kelas 7-2 pada omongin kaka ke Si Rohani ini. Ga lama, saatnya istirahat ke 2. Si Rohani lagi tugas Osis. Dengan cekat pada ke bawah. Gue ke lantai 2. Pas liat, eh ada temen-temen banyak ngumpul nungguin Pak Adit keluar. Ga lama, bener aja pak Adit keluar, pada tereak tereak.
"PAk PAk PAk siapa pak kakak kelas yang suka sama anak cewe kelas 7-2?"
"Si Rohani ya pak?" tanya gue
"Bukan."
Ga lama Komet (nama samaran lagi. BTW FYI Komet ini juga pengurus osis) lewat.
"Komet met, sini sini..." kata pak Adit
Entah mungkin si Komet punya indera keenam, ia tau kalau ia akan menjadi bahan pembicaraan.
"Ga ah... Pak" kata dia sambil lari menjauh.
"Dia pak?" tanya semua
"Bukan... Bukan... Itu temennya"
KRIIINGGG bunyi bel yang bertanda 3 menit lagi pelajaran akan dimulai. Kita tetap ngotot nanya pak Adit.
"Siapa pakkk??"
"Udah udah, masuk kelas gih sana"
"Ga pakk.... Siapa pak???" kata Siska sambil semua menghalangi jalan Pak Adit yang tadinya mau kabur.
"Oke, oke. Orangnya itu anak kelas 7-1 W*** dan satu lagi kakak kelas kalian."
"Siapa pak???????!!!"
"Komet?" tanya salah satu dari kita.
"Iya. Udah tau kan? Sana dapetin tuh si Komet itu"
"?????" semua terlihat bingung. Tapi karena takut telat masuk kelas, kita abaikan itu. Sambil senang akhirnya tau juga.
Tapi selama gue naik ke lantai 3 ke kelas, gue mikir, berarti, bukan si Rohani dong?
Mati.
Jumat, 11 Oktober 2013
Jomblo Terhina
Sebelum anda anda membaca entri ini, gue meminta maaf karena jarang nge post karena netbook rusak. Miris. Emang. Nasib itu hanya ada di tangan Tuhan. Sama halnya dengan nasib si Bensu ini, diputusin dengan cewe dengan mirisisasi *apa ini*. Emang, yang tau kapan putus itu cuma Tuhan dan yang nge putusin.
Bensu atau RubenOnsu ini belum beberapa minggu yang lalu diputusin. Jujur, awalnya gue ga mau nulis cerita tentang pacaran. Tapi ini terpaksa. Walau gue demikian (anti-pacaran), gue bisa dibilang sebagai dokter cinta oleh temen-temen (bakat mungkin /?). Jadi, cewe/cowo labil yang pacaran diluar nikah //ya iyalah// curhat-curhat dsb. Lalu gue kasih saran blablabla. Pasti kebanyakan pada jawabnya singkat: "Oiya ya". Dan sebenernya jadi Dr. Cinta itu menyakitkan.
1. Kalian harus denger cerita orang tentang pacaran. Serius, ini bagian paling eneg. Kalian di paksa untuk denger keluh kesah mereka. Dan rata-rata mereka itu berlebihan gitu. Contoh:
2. Saran kamu yang lontarkan mungkin sampai mulut kamu busa busa atau cape ngetik di whatsapp/bbm palingan cuma dijawab: "O" ; "Oiya ya" ; "ooo" ; *hening*. Entah mereka denger/baca itu.
Kalau Bensu sih termasuk anak yang berlebihan. Ya, dia lagi suka sukanya sama orang lain. Karena gue dan dia deket, dia pernah tereak kayak banci ke gue gini:
Meskipun dia calon Prof. DR. Ir. JONES , dia dulu sempet laku. Entah kenapa bisa //ngehina//. Mungkin waktu itu dia jual hatinya dengan disc 70%. U know laa cewe itu suka yang discount-discount. Apalagi kalau disc nya tinggi. Laku banget pasti. Mungkin ini rahasia yang tidak diketahuin oleh Jones.
Bensu dulu sempet pacaran dengan cewe kelas 7. Tapi, ga sampai satu bulan, mereka putus. Katanya sih, si cewe ini nerima dia terpaksa. Dan dia galau sampai detik ini. Emang, Bensu itu jomblo terhina, korban PHP pula
Yang paling kasian dari dia dengan mantannya sih ketika di lomba BKSN (Bulan Kitab Suci) sabtu lalu. Gue liat dia ditampar sama mantannya. Ga tau kenapa. Dan bagi gue dia itu cowo yg bisa dibilang cowo sejati karena dia ga ngelawan balik. Dia tau cewe itu ga boleh disakitin. Selain itu, dia dikenal oleh kelas 7 selain 7-2 sebagai cowo yang sombong. Dan gue ga ngerti apa sombongnya.
Banyak di sekolah gue cewe cowo labil. Mungkin Bensu juga termasuk cowo labil. Mungkin. Emang ciri ciri labil apa aja? Biasanya labil itu pasti alay. Alay? Iya. Menurut gue, alay paling parah itu dibagi 2. Cekidot→
1.Alayers gaya foto sejati. Ini alayers paling parah. Dia ga bisa kontrol diri depan kamera. Pasti kalau depan kamera dia itu bisa jadi anjing, orang mau muntah, orang kaget, orang marah, dll. Nah, mereka ini labil.. ga bisa jadi satu pendirian saja.
2. Alayers di chatting/jejaring sosial. Ini juga cukup parah. Di twitter biasanya anak labil nge tweet gini:
Instagram
Temennya : yapz.
Ada juga yg lebih weird aku liat di timeline. Kebetulan dia ini mantan kakak kelas aku:
Pemilik akun: guys kita lagi diangkot nihhh.. puanas banget. Ya kan guyz
Temen temennya: iya panas banget. Ih.
Pemilik akun: ya..kayaknta itu aja. Bye.e
Dalam sekejap gue hanya tertawa bingung. Di angkot malah pideo pideo. Ckck..
Itu masih di instagram. Ini, di ask.fm.
Pertanyaan: Kamu suka cowo yang bagaimana?
Jawaban: *sebutin sampe satu timeline penuh jawabannya* *Di jawabannya sih Pengen cowo gini gitu.. trus ngaku ngaku dirinya beda sama cewe lain. Tapi dri tipe cowo yang dia mau, dia itu sama aja sifatnya kayak cewe labil semua. Dan juga, kalau si cewe suka sama cowo, emang suka harus ada alasan? Ini juga menurut gue labil. Kenapa? Ya, dia belum tau apa arti cinta sesungguhnya tapi udh mau cepet cepet pacaran. Pdhl cinta sesungguhnya itu ga ada alasan. Jadi penjelasan tipe tipe cowo dia yg dia suka itu percuma. Ga penting.
Bensu atau Ruben
1. Kalian harus denger cerita orang tentang pacaran. Serius, ini bagian paling eneg. Kalian di paksa untuk denger keluh kesah mereka. Dan rata-rata mereka itu berlebihan gitu. Contoh:
Mar, masa ya dia bentak bentak aku. Dia marah ya sama aku?
Gile tu anak PHO (Perusak Hubungan Orang)
MAARRRR DIA NGOMONG HAI KE AKU LOHHH.dan lain sebagainya
2. Saran kamu yang lontarkan mungkin sampai mulut kamu busa busa atau cape ngetik di whatsapp/bbm palingan cuma dijawab: "O" ; "Oiya ya" ; "ooo" ; *hening*. Entah mereka denger/baca itu.
Kalau Bensu sih termasuk anak yang berlebihan. Ya, dia lagi suka sukanya sama orang lain. Karena gue dan dia deket, dia pernah tereak kayak banci ke gue gini:
*lagi otw ke tempat sampahbuat bokerbuat buang sampah*
*Tiba Tiba cewe anak 73 lewat mauGue sih liatin dari jauh dia itu matanya terpesona melihat kecantikan cewe 73 ini. Ga lama, dia balik ke kelas dengan suara setan ada dalamnya.bokerbuang sampah juga ceritanya*
"AAAAAAAAAAAAA" tereakan kecil Bensu yang emang kayak banci
"Kenapa Ben?" tanya gue serta berharap dia lagi ga kemasukan arwah setan mama minta pulsa.
"AAAAA Tadiiiii..... Si *beep* lewat!!! Masukin ke tempat sampah yang sama lagi!!! AAAA Tong sampah itu hati gue dan dia <3" jawabnya dengan muka berseri-seri.Lo bayangin aja tong sampah jadi lambang hati mereka. Mending kalau kalung, gelang, cincin jadi tanda satu hati mereka. Ini, tong sampah. Ckckckck Emang ni anak calon Mastero of JONES.
Meskipun dia calon Prof. DR. Ir. JONES , dia dulu sempet laku. Entah kenapa bisa //ngehina//. Mungkin waktu itu dia jual hatinya dengan disc 70%. U know laa cewe itu suka yang discount-discount. Apalagi kalau disc nya tinggi. Laku banget pasti. Mungkin ini rahasia yang tidak diketahuin oleh Jones.
Bensu dulu sempet pacaran dengan cewe kelas 7. Tapi, ga sampai satu bulan, mereka putus. Katanya sih, si cewe ini nerima dia terpaksa. Dan dia galau sampai detik ini. Emang, Bensu itu jomblo terhina, korban PHP pula
Yang paling kasian dari dia dengan mantannya sih ketika di lomba BKSN (Bulan Kitab Suci) sabtu lalu. Gue liat dia ditampar sama mantannya. Ga tau kenapa. Dan bagi gue dia itu cowo yg bisa dibilang cowo sejati karena dia ga ngelawan balik. Dia tau cewe itu ga boleh disakitin. Selain itu, dia dikenal oleh kelas 7 selain 7-2 sebagai cowo yang sombong. Dan gue ga ngerti apa sombongnya.
Banyak di sekolah gue cewe cowo labil. Mungkin Bensu juga termasuk cowo labil. Mungkin. Emang ciri ciri labil apa aja? Biasanya labil itu pasti alay. Alay? Iya. Menurut gue, alay paling parah itu dibagi 2. Cekidot→
1.Alayers gaya foto sejati. Ini alayers paling parah. Dia ga bisa kontrol diri depan kamera. Pasti kalau depan kamera dia itu bisa jadi anjing, orang mau muntah, orang kaget, orang marah, dll. Nah, mereka ini labil.. ga bisa jadi satu pendirian saja.
2. Alayers di chatting/jejaring sosial. Ini juga cukup parah. Di twitter biasanya anak labil nge tweet gini:
DüxC5 4q q4n93n k4Myu..Namun, sayang, spesies ini hampir punah dijejaring sosial. Mereka sudah berevolusi di ask.fm/instagram. Contoh:
*video-in yg lagi dilakuin**didalem videonya terdapat dialog demikian:Pemilik akun: Okey now we all on field trip Bogor. We all bored here.
Temennya : yapz.
Ada juga yg lebih weird aku liat di timeline. Kebetulan dia ini mantan kakak kelas aku:
Pemilik akun: guys kita lagi diangkot nihhh.. puanas banget. Ya kan guyz
Temen temennya: iya panas banget. Ih.
Pemilik akun: ya..kayaknta itu aja. Bye.e
Dalam sekejap gue hanya tertawa bingung. Di angkot malah pideo pideo. Ckck..
Itu masih di instagram. Ini, di ask.fm.
Pertanyaan: Kamu suka cowo yang bagaimana?
Jawaban: *sebutin sampe satu timeline penuh jawabannya* *Di jawabannya sih Pengen cowo gini gitu.. trus ngaku ngaku dirinya beda sama cewe lain. Tapi dri tipe cowo yang dia mau, dia itu sama aja sifatnya kayak cewe labil semua. Dan juga, kalau si cewe suka sama cowo, emang suka harus ada alasan? Ini juga menurut gue labil. Kenapa? Ya, dia belum tau apa arti cinta sesungguhnya tapi udh mau cepet cepet pacaran. Pdhl cinta sesungguhnya itu ga ada alasan. Jadi penjelasan tipe tipe cowo dia yg dia suka itu percuma. Ga penting.
Langganan:
Postingan (Atom)
